September 4, 2009

10 Alasan Kita Harus Kasihan Sama Malaysia


Tari Pendet berasal dari Bali

Teman-teman sebangsa dan setanah air, tulisan ini tidak bermaksud untuk membakar kemarahan kita terhadap Malaysia. Sebaliknya, kita mungkin sedikit perlu berempati kepada tetangga kita yang satu ini karena nyaris 'tidak punya identitas'.


Cobalah kita berjiwa besar karena kita adalah bangsa besar, jauh lebih besar dari Malaysia atau negara-negara kecil lain di dunia. Let's see the facts between Indonesia and Malaysia.


1. Kemerdekaan Malaysia diberi oleh Inggris

Indonesia lahir dan jadi bangsa terbesar di dunia dengan cara yang heroik, mengusir bangsa-bangsa imperialis terbesar dunia seperti Belanda, Inggris, Jepang. Soekarno, Bung Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, sejarah Indonesia penuh dengan pahlawan-pahlawan besar. Malaysia merdeka dikasih Inggris dan warga Malaysia tidak antusias karena kemerdekaannya seperti diberi oleh kerajaan Inggris.

2. Pusat budaya Melayu adalah Sumatra, Bukan Malaysia.

Melayu awalnya berpusat di Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan Palembang. Dasar kebudayaan Malaysia cuma Melayu itupun kalah sama Sumatra. Lagu-lagu, tarian, dan karya sastra Melayu di Sumatra jauh lebih banyak. Dan kebudayaan Melayu hanyalah salahsatu dari ribuan budaya Indonesia yang sangat unggul dan kaya. Makanya Malaysia suka meng copy-paste kebudayaan lainnya termasuk Indonesia, China, dan India.

3. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Vs Malaysia

Lagu kebangsaan Indonesia adalah salahsatu lagu kebangsaan paling heroik di dunia, dan selalu dinyanyikan bangsa Indonesia dengan penuh rasa kebanggaan dan nasionalisme yang tinggi. Lagu kebangsaan Malaysia, ternyata cuma hasil jiplakan lagu orang.

4. Ekonomi Indonesia jauh lebih besar dari Malaysia

Juni 2009 kemarin Morgan Stanley menyatakan Indonesia akan menjadi The Next BRIC, Brazil, Rusia, India, China, dan Indonesia, dan mempunyai potensi menjadi salahsatu ekonomi terkuat di dunia. Indonesia diundang secara khusus di pertemuan eksklusif negara-negara industrial G-8, dan menjadi anggota dari G-20. Malaysia tidak pernah diundang (Singapura aja ngga diundang!).

5. Ketergantungan Malaysia Pada Indonesia.

Ekonomi Malaysia tergantung dengan Indonesia. Walaupun TKI cuma kuli kasar, ekonomi Malaysia akan langsung kolaps kalau tidak ada mereka, jadi berterima kasihlah Malaysia kepada para TKI bukannya malah di siksa!

6. Malaysia, Bosan! (Bukan ”Malaysia, Bisa!”).

Malaysia adalah negara paling membosankan di dunia. Tidak banyak hal-hal menarik pernah terjadi di Malaysia. Mungkin berita paling seru di Malaysia adalah kasus sodomi Anwar Ibrahim. Jadi buat anda, better in home than you go to bored country a.k.a Malaysia!

7. Malaysia Super Corridor

Malaysia pernah bikin jaringan internet canggih Malaysia Multimedia Super Corridor yang sangat mereka banggakan. Indonesia punya Onno Purbo, dan Onno Purbo diundang jadi pembicara di CERN, European Organization for Nuclear Research, tempat kelahiran WWW di dunia.

8. Dominasi Lagu Indonesia di Malaysia

Lagu-lagu Indonesia mendominasi Malaysia, sampai-sampai para penyanyi dan produser lagu Malaysia yang keteteran, ”Persatuan karyawan industri musik Malaysia” (Karyawan), meminta Kementrian Komunikasi Malaysia segera membatasi pemutaran lagu-lagu Indonesia. Lagu-lagu Malaysia sendiri benar-benar menyedihkan dan tidak bermanfaat bagi umat manusia.

”Penyanyi rock terkenal Malaysia Amy Search mengatakan kepada pers, jika jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari”. Kemana para musisi kalian Malaysia?

9. Malaysia Belum bisa Demokrasi.

Malaysia masih negara otoriter, tokoh seperti Anwar Ibrahim saja dituduh sodomi secara resmi oleh pemerintahnya sendiri. Dan sebaliknya adalah sebuah keajaiban besar, bahwa sebuah bangsa yang sebesar dan sekompleks Indonesia, justru sudah mampu membangun sistem demokrasi yang baik. Dan kita banyak mendapat pujiaan dari negara lain karena demokrasi di Indonesia berjalan secara baik dan kondusif.

10. Malaysia Truly Buaya.

Turis Malaysia datang ke Indonesia dan menikmati keindahan alam Indonesia. Sebaliknya turis Indonesia yang datang ke Malaysia malah ketipu. (Masak orang Indonesia jalan-jalan ke Malaysia ketemunya reog sama tari Pendet! Apa kata dunia?)

Dan untuk apa kesana cuma mau lihat Menara Petronas? Lebih seru ke Singapura atau Dubai sekalian, atau keliling Indonesia aja mendingan.


Mohon maaf jika ada yang tersinggung, Sekali lagi, peace.
Manfaatkanlah semangat dan emosi anda untuk membangkitkan Indonesia!

29 comments:

  1. Eaaa.... Memang negara yang Patut di Kasihani Bisanya Nyolong Budaya orang kasihan....

    ReplyDelete
  2. keren tuh 10 alasannya, aku setuju nih...

    ReplyDelete
  3. Saya jadi bangga menjadi warga Indonesia. Ganyang Malayshit..!

    ReplyDelete
  4. buat apa di kasihanni
    toh,dari dulu malaysia slalu membuat indonesia geram

    ReplyDelete
  5. pantesan taon brp eyke lupa ada org malay yg dg antusiasnya belajar batik pekalongan smp rela tidur di pabriknya, gtaunya mo dijiplak jga kle ya....

    ReplyDelete
  6. bener bangetz...
    malingsial mmg gk da pa2nya,,,
    gean orng2 sono jg gk pada pinter2 amat...
    komunikasi aja susah,,
    pufff,,

    hiduplah indonesia raya...

    ReplyDelete
  7. negara indonesia negara kita...
    emang jauh lebih maju dari malingsial tuch...
    udah keliatan bgt bedanya juauhh bgt...

    ReplyDelete
  8. malayasu..... malayasu....
    dari dlu buat geram aja..

    ReplyDelete
  9. ada satu lgi yg blom di tulis :

    bendera mereka juga plagiat dari bendera negara paman sam ( amrik )

    ReplyDelete
  10. jadi ga tega saya,,
    jangan menjelek-jelekkan sesuatu yg sudah _____

    ReplyDelete
  11. Ya Betul Setuju Banget Untuk 10 Alasannya. Tapi kemudian timbul pertanyaan nich, sebagai anak bangsa hal apa yang sudah kita lakukan untuk nengara kita???

    ReplyDelete
  12. setuju bos,
    @desny: sebagai anak bangsa kita sudah banyak berbuat sesuatu untuk bangsa kita, mungkin kangking besar dan luasnya bangsa kita, jadi hasilnya mungkin butuh waktu...
    peace...

    ReplyDelete
  13. 1 juta persen setuju sob hehehe~~~ indonesia tinggal nunggu waktu ajah buat jadi negara besar ^_^
    Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang

    ReplyDelete
  14. boleh mengasihani ,tapi jangan kita kasih kebudayaan kita pada mereka .perjuangkan apa yg mereka CURI supaya mutlah jadi milik kita

    ReplyDelete
  15. kasihan sama org islam malaysia dan org indonesia..bergaduh , bertengkar pada benda yang bukan suruhan ugama. kan baik kita semua bersatu kuat kan negara org islam.sama kita pertahan kan negara kita rumpun melayu dari bangsa lain...amin

    ReplyDelete
  16. lagu Indonesia dihina...
    tak sudi lagi mengaku Malaysia sebagai negara serumpun..
    yang bisanya cuma copy paste..
    Negara yang manusianya nggak kreatif...
    yang bisanya cuma nyiksa TKI..

    ReplyDelete
  17. @all : thx sdh comment di blog saya...
    janganlah kita terus memperpojokan malingsia.
    tambah memperihatinkan nnti tu negara!
    kita juga harus menginstropeksi diri kita,kenapa budaya kita sering di klaim malaysia? pasti ada sebab akibatnya! kita harus menutup kesalahan kita dgn lbh menjaga budaya2 kita dan meningkatkan nilai2 nasionalisme kita tentunya!

    ReplyDelete
  18. waow.. hebat.. bagus banget tulisanmu.. yg lain cuma sumpah serapah, tp disini ada fakta2 yang tak terelakkan.. good job.. :) nice to know you -dita-

    ReplyDelete
  19. wahai saudara/saudari, betulkah ekonomi indonesia lebih baik dari ekonomi malaysia seperti yang dinyatakan dalam perkara no 4 di atas?? kalau betl, i wank to ask you, kenapa di Malaysia ini terdapat banyak pendatang asing yang majoritinye datang dari indonesia??? bila ditanya, mereka menjawab, di negara asal(INdonesia) susah untuk mendapat kerja. Apa komen saudara/saudari??? terima kasih.

    ReplyDelete
  20. negara indonesia tidak akan menjadi negara besar selama pejabat-pejabat di negara kita ini korupsi terus menerus dan mengeruk uang rakyat!!! rakyat miskin makin bertambah.. mencari kerja di negara sendiri aja susah.. penuh kolusi dan nepotisme sampai2 hrs ke malaysia dan negara2 lain.. indonesia jg patut di kasihani.. sekarang apa beda nya zaman orba dan reformasi??? korupsi tmbh merajalela..

    ReplyDelete
  21. banyak tenaga kerja indonesia ke malaysia.. mereka (orang malaysia)mentertawa kan pekerja pabrik dan pembantu di sana yang ternyata lulusan SMA. di sana para pekerja2 seperti itu cuma lulusan SD..di sana yang lulusan SMA dan sarjana sudah bisa berbahasa inggris dan kerja di kantoran. di indonesia yang sarjana aja belum tentu semua bisa bahasa inggris apalagi lulusan SMA.sistim pendidikan kita msh jauh dari malaysia.. padahal dulu orang malaysia banyak belajar dan kuliah di jogjakarta krn zaman dulu banyak org pintar tp sekarang berbalik sekarang org indonesia banyak menuntut ilmu dr malaysia.

    ReplyDelete
  22. ada pengalaman mahasiswa dari indonesia yang mengambil pasca sarjana di malaysia. suatu ketika mahasiswa itu mau mengikuti ujian tp dia terlambat ke kampus..dengan buru2 dia menyetop taxi.sesampai nya di gerbang kampus mahasiswa itu ttp terlambat krn mau jalan sampai ke dalam lg perlu wktu 15 menit lg sdg kan mobil cm bisa berhenti di situ saja tdk boleh masuk. kata si mahasiswa ayo pak masuk ke dalam ruangan saya msh jauh.. .."maaf tidak boleh masuk jwb si sopir.. lalu d jwb lg sm mahasiswa itu .. ayo lah pak nanti saya bayar lbh deh.. si sopir itu langsung tertawa dan bilang.. memang nya ini di indonesia.. mendengar itu mahasiswa itu merasa malu dan lgsung turun.. (jd kita jg hrs introsfeksi diri jg kita jg punya bnyk kekeurangan) peace ..

    ReplyDelete
  23. bnyk kebudayaan kita di maling malaysia.. krna pajabat di indonesia gak sempat ngurusin kekayaan budaya di negara ini ..mau mempaten kan karya2 dan budaya indonesia saja mrka tdk punya wktu mereka pada sibuk ngurusin kekayaan masing2.... sibuk memperkaya diri sendiri. giliran video porno di urusin dan berita nya di besar2 kan.. moral bangsa terutama pejabat udh rusak kok sblm beredar nya video porno dan..

    ReplyDelete
  24. jangan saling menjatuhkan sodara sendiri,,rubahlah..dan liatlah diri kita dahulu.apa suadah baik,atau sebaliknya..jangan menuduh suatu kaum atau negara hanya dengan perlakuan segelintir org,munkin org tersebut salah,tapi tdk smua org yg dinegara itu salah smua.boleh menuduh klo ada bukti yg kuat dan jangan menuduh suatu olongan atw negara.tuduhlah org yang melakukan itu...
    wassalam,..

    ReplyDelete
  25. Betulkah di Indonesia korupsinya sangat berleluasa? dan Sukar untuk mencari pekerjaan? Saya bukan hendak bermusuhan, tetapi soalan saya itu timbul selepas orang Indonesia(yang bekerja di Malaysia) sendiri yang mengatakan begitu...

    Memang diakui bangsa Melayu itu sendiri adalah secebis daripada ribuan suku di Indonesia. Namun, ekonomi negara Malaysia masih jauh kehadapan berbanding Indonesia... Ya, kami masih bergantung dengan bangsa Indonesia bagi merancakkan ekonomi kami.

    Cukuplah untuk menanam perasaan benci kepada Malaysia, kerana ianya akan membuatkan negara kamu semakin ketinggalan. Lebih baik kamu mencari jalan, bagaimana untuk menaikkan ekonomi negara kamu daripada memburuk-burukkan Malaysia...

    Kerana, apa yang di atas bukan selalunya ada di atas...

    Salam...

    ReplyDelete